Oleh: Akoe | Agustus 31, 2007

Menggugat Malaysia

Kasus pemukulan wasit karate Indonesia oleh oknum polisi Malaysia, benar-benar mengusik rasa nasionalisme kita. Terlebih lagi kasus itu terjadi di bulan Agustus, saat kita sedang merayakan hari kemerdekaan. Sikap pemerintah Malaysia yang tidak mau secara langsung dan segera meminta maaf kepada pemerintah Indonesia itu sangat menggambarkan arogansinya. Baru kemudian setelah terjadi demonstrasi menentang Malaysia di mana-mana, baru kemudian pemerintah Malaysia mau meminta maaf.
Pemukulan terhadap wasit Donald Peter tersebut bukanlah kejadian pertama. Behubung sdr Donald adalah seorang “Tamu Negara” hingga kasusnya terexpose besar-besaran. Padahal kasus serupa sering menimpa WNI di Malaysia. Contohnya kejadian yang menimpa Budiman Bachtiar Harsa, 37 tahun,WNI asal Banten, karyawan di BUMN yang berkantor di Jakarta. Pada saat berwisata ke Malaysia, dia sempat mengalami perlakuan yang tidak mengenakkan dari polisi Malaysia. Dia sempat hampir di tangkap dan di pukuli karena di anggap sebagai TKI. Namun karena akhirnya dia bisa membuktikan bahwa dia adalah wisatawan yang sedang berlibur di Malaysia dan bukannya TKI barulah mereka bersikap ramah.
Ini membuktikan pada kita bahwa beginilah nasib TKI kita yang bekerja di sana, selalu di intimidasi, di tangkap dan di pukuli tidak hanya oleh majikannya saja namun juga oleh para polisi sana. Sepertinya TKI kita di sana dianggap rendah dan hina dan pantas untuk dipukuli, sehingga bila melihat ada orang Indonesia yang sedang keluar malam di sana langsung di curigai seperti kriminal. Belum lagi dengan banyaknya kasus TKI yang tewas dan kabur karena di aniaya majikannya. Beginikah sikap bangsa Malaysia yang mengaku sebagai bangsa serumpun, tapi memandang rendah dan tidak menghargai warga negara Indonesia yang bekerja dan tinggal di sana.
Bila hal ini masih terus saja berulang, ada baiknya kita hentikan saja pengiriman TKI kita kesana. Kalau perlu tarik Duta Besar kita dari sana sebagai bentuk protes kita. Sekali lagi tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang besar. Buktikan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang cinta damai namun bila diusik kita tidak akan tinggal diam.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori